Apa Jadinya Jika Ahok Menjadi Gubernur di Ibu Kota Baru?

Uniquehomestore.com – Ahok memang patut di acungi jempol, Setelah gempar beberapa tahun silam dengan kasus penistaan,
agama kini ahok menjabat sebagai pimpinan pada November 2019 lalu, Ahok diangkat menjadi komisaris utama Pertamina.
Saat ini, Ahok kembali ditunjuk menjadi komisaris independen di perusahaan migas pelat merah tersebut.

Di bawah Erick Thohir Ahok menjadi tokoh pembeda di deretan BUMN.

Apa kalian merasakan turunnya bayaran pertamax dan pertamax turbo?
Namun tertebar surat angin yang mendirikan masyarakat tersentak khususnya pasukan 212, di mana Ibukota baru dapat serentak dibangun tidak lama Tinggal. Dan Pak jokowi melacak Ahok secara peserta terkuat untuk menggodok Ibukota baru.

Hal ini di perkuat oleh luapan oleh Luhut di mana nantinya Ibu kota negara (IKN) baru yang kaya di Kalimantan Timur (Kaltim) tidak bakal dipimpin satu orang gubernur Kaltim, sebaliknya dapat di pimpin oleh gedung setaraf menteri. Tentu saja bakat yang ganteng untuk Ahok, dan yang benci dengan ia pun meradang hingga ubun-ubun.

Semakin menarik bila menatap Ibukota Indonesia kembali di pimpin Ahok dengan menunjuknya secara Tegas di masa pimpinan nya kelak.

Baca Juga: KKB kembali menyerang penembakan di Papua, 1 Anggota TNI Terluka

Mantan Wakil Gubernur Banten Rano Karno membantah pernah menerima Suap Rp 1,5 miliar

Berita Politik terkini – Mantan Wakil Gubernur Banten Rano Karno membantah pernah menerima uang Rp 1,5 miliar dari mantan pegawai PT Bali Pasific Pragama (BPP) Ferdy Prawiradireja. PT BPP merupakan perusahaan milik Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan, terdakwa kasus korupsi.
“Tak pernah (terima uang dari Wawan) Pak. Tak ada,” ujar Rano Karno di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin (24/2/2020).

Baca juga: Prediksi Skor Liverpool Vs West Ham Primer Liga Memburu Sejarah

Rano mengatakan hal tersebut saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang dengan terdakwa Wawan. Awalnya, jaksa penuntut umum pada KPK bertanya soal perkenalan Rano Karno dengan Ferdy Prawiradireja.

“Iya, saya mendengar orang PT BPP,” kata Rano.

Kemudian, jaksa pun mempertanyakan soal pernyataan Ferdy yang sempat menyebut pernah memberikan uang Rp 1,5 miliar kepada Rano Karno sekitar tahun 2012 atau 2013. Jaksa pun bertanya kebenaran hal tersebut kepada aktor pemeran Si Doel Anak Sekolahan itu.

Rano hanya menyatakan pernah menerima bantua dari Wawan sebesar Rp 7,5 miliar untuk dana kampanye. Menurut Rano, Wawan mengeluarkan uang tersebut untuk menguasai suara masyarakat di Tangerang pada Pilkada 2011.Saat itu kakak Wawan, yakni Ratu Atut Chosiyah berpasangan dengan Rano Karno bertarung menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten.

“Saya enggak tahu berapa laporannya, cuma yang saya tahu Rp 7,5 miliar pak, itu ada dalam bentuk kaos, atribut, saya tahu itu sumbernya dari Pak Wawan, tapi saya enggak pernah minta ke Pak Wawan,” kata Rano Karno.

Sebelumnya, dalam persidangan dengan terdakwa Wawan, mantan pegawai PT Bali Pasific Pragama (BPP) Ferdy Prawiradireja tak membantah pernah menyerahkan uang kepada Rano Karno. Uang Rp 1,5 miliar itu diserahkan melalui ajudan Rano Karno bernama Yadi.Menurut Ferdy, penyerahan uang untuk Rano terjadi di hotel di kawasan Serang, Banten. Uang dibungkus kantong kertas diserahkan ke ajudan Rano Karno.

“Iya (Rp 1,5 miliar). (Uang dalam bentuk) rupiah. Satu kantong saja. Kantong apa namanya, yang ada di toko buku, kantong kertas gitu. Itu tahun 2012 atau 2013 ya, saya lupa,” ujar Ferdy di Pengadilan Tipikor, Kamis (20/2/2020).
Ferdy mengaku tidak mengetahui asal sumber uang itu. Namun ia menduga uang itu berasal dari kas kantor perusahaan milik Wawan yang berada di The East Kuningan Jakarta.