KPU Medan Tidak Layani Hak Pilih Pasien Covid-19 Kategori Berat

KPU Medan Tidak Layani Hak Pilih Pasien Covid-19 Kategori Berat

KPU Medan Tidak Layani Hak Pilih Pasien Covid-19 Kategori Berat, Pasien Covid-19 tetap dilayani hak pilihnya pada Pemilihan kepala daerah serempak 9 Desember kedepan. Tetapi peraturan ini peluang tidak berlaku untuk pasien dengan kelompok berat.

Komisioner Komisi Penyeleksian Umum (KPU) kota Medan, Rinaldi Khair, menjelaskan, peraturan itu didasari pada hasil pertemuan pengaturan yang mereka kerjakan bersama Satuan tugas Covid-19 Medan dan beberapa rumah sakit referensi Covid-19.

“Sama persetujuan kita tempo hari, spesial untuk pasien Covid-19 tingkat berat tidak dapat dilayani. Yang paling berkesempatan dilayani ialah yang dengan status enteng ke sedang,” kata Rinaldi.

Servis kepala pasien Covid-19 akan diberi petugas KPPS paling dekat tempat dimana pemilih ada atau dirawat. Saat sebelum dapat dilayani, pasien harus memiliki surat berpindah pilih atau formulir A5 yang diurusi family atau keluarganya. Dokumen itu dapat diurusi dikantor KPU Medan.

“Jika telah kantongi A5 karena itu kita akan bekerjasama dengan rumah sakit bertanya pasien apa dapat dilayani. Kelompoknya seperti apakah. Jika faksi rumah sakit ucapkan dapat, akan dilayani start pukul 12.00 sampai jam 13.00 WIB,” jelasnya.

Ia menjelaskan, di tiap TPS telah disiapkan pakaian hazmat, dan perlindungan diri, yang dapat dipakai untuk layani pemilih yang lagi diisolasi. “Pemilih yang dilayani ialah pemilih yang sudah melapor lewat family atau keluarganya,” terang Rinaldi

Sistem pengambilan suara untuk pasien atau masyarakat yang diisolasi diulas dalam pengaturan bersama satuan tugas Covid-19 dan rumah sakit tempo hari. Bila hanya ada seseorang pasien, petugas KPPS akan menghampirinya. Jika kondisinya masih rawan, karena itu servis akan diwakilkan perawat.

“Jika misalkan pemilihnya banyak, karena itu ada pilihan dalam pengkajian. Faksi RS akan mempersiapkan spesial, apa ruangan terbuka spesial, yang tempatnya pantas untuk dipakai pemilih salurkan hak pilihnya,” tutup Rinaldi.

Seperti dikabarkan, Pemilihan kepala daerah Kota Medan hanya dituruti dua pasang calon. Pasangan nomor urut 1, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi, digotong PKS dan Partai Demokrat. Partai pengusung ini hanya mempunyai 11 bangku di DPRD Kota Medan.

Sesaat pasangan nomor urut 2, Bobby Nasution-Aulia Rachman digotong konsolidasi 8 partai yang kuasai 39 bangku di DPRD Kota Medan, yaitu PDIP, Partai Gerindra, Golkar, Nasdem, Hanura PAN, PSI dan PPP.

Akhyar awalnya memegang Wakil Wali Kota/Plt Wali Kota Medan. Sesaat Bobby diketahui selaku menantu Presiden Joko Widodo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *