Ribu Serangan & Pelecehan Seksual Target Petugas Ambulans Semasa Pandemi

Ribu Serangan & Pelecehan Seksual Target Petugas Ambulans Semasa Pandemi

Ribu Serangan & Pelecehan Seksual Target Petugas Ambulans Semasa Pandemi, Petugas ambulans di Inggris jadi target beberapa ribu gempuran kekerasan semasa pandemi virus corona, termasuk juga bertambahnya pelecehan seksual, seperti diutarakan data paling baru.

Ribu Serangan & Pelecehan Seksual Target Petugas Ambulans Semasa Pandemi, Penyelidikan Sky News mendapatkan, lebih dari 1.600 gempuran fisik pada petugas ambulans tertera di antara Januari serta Juli waktu Inggris berusaha menangani kritis pandemi Covid-19 atau sama juga dengan lebih dari tujuh gempuran tiap hari.

Minimal 149 pelecehan seksual pada petugas ambulans berlangsung tahun ini, termasuk juga kenaikan gempuran penghancuran mobil ambulans, serta lebih dari 2.000 gempuran verbal pada beberapa petugas, berdasar data yang dikeluarkan di bawah UU Kebebasan Info.

Banyak kejadian menyertakan senjata termasuk juga senjata api, pisau, tongkat pemukul baseball, silet, serta pistol setrum. Demikian dikutip Sky News, Sabtu (12/9).

Ditikam Sampai Dibanting

Pada Juli, paramedis Deena Evans serta Michael Hipgrave alami cedera serius sesudah ditikam waktu layani panggilan rumah di Wolverhampton. Seorang pria akan disidang tahun kedepan atas tuduhan melukai orang dengan menyengaja atas kejadian itu.

Dalam kejadian yang lain, dua petugas ambulans dirawat di dalam rumah sakit sebab jempolnya terkilir serta perut dan lengannya terluka sesudah terserang waktu coba menyembuhkan seorang pria di Coleshill, Warwickshire, bulan kemarin.

Serta pada Juli, seorang mahasiswa keperawatan dipukul serta dibanting ke lantai oleh seorang pria waktu layani panggilan genting di Blyth, Northumberland, sebelum satu batu bata dibuangkan ke mobil ambulans.

Disamping itu, perawat Brenda Fox serta salah seorang partnernya terserang oleh seorang pria di Hitchin, Hertfordshire, tahun kemarin, dimana putrinya Foix bagikan satu photo muka ibunya yang memar.

Data Serangan

Sky News kirim keinginan info pada 12 service ambulans NHS Inggris berkaitan perincian serangan yang dirasakan pegawainya semenjak 2018. Berdasar info yang diberikan, ada 1.604 gempuran fisik pada petugas ambulans yang tertera di antara Januari serta Juli, dengan tingkat serangan sama juga dengan tahun kemarin tetapi nyaris 19 % semakin tinggi dari 2018.

Minimal 149 pelecehan seksual pada petugas ambulans pada periode yang serupa, Januari serta Juli, dengan tingkat pelanggaran hampir 8 % pada 2019 serta 42 % pada 2018.

Gempuran penghancuran ambulans naik, dengan minimal ada 45 kejadian di antara Januari serta Juli – tingkat yang naik hampir seperempat (24 %) pada 2019 serta 162 % pada 2018.

Senjata terjebak dalam 97 gempuran atau kejadian pelecehan verbal yang membidik pekerja ambulans di tahun 2020 – hampir sama juga dengan 2019 tapi bertambah lebih dari 12 % pada 2018.

Sekitar 2.086 kejadian pelecehan verbal sudah dicatat pada crew ambulans tahun ini – rerata nyaris 10 /hari – dengan tingkat kejadian naik 7 % pada 2019 serta 23 % pada 2018.

Hujatan Aksi Kekerasan

Perkumpulan Kepala Eksekutif Ambulans (AACE) menjelaskan mereka mencela dengan keras aksi kekerasan pada petugas serta kendaraan ambulans serta akan seutuhnya memberikan dukungan usaha menyeret mereka yang bertanggungjawab ke pengadilan.

“Membuat malu, ini berlangsung tiap hari di semua Inggris serta beberapa aktornya harus diadili dengan pas dalam usaha bersama-sama dan berkepanjangan untuk hentikan ini berlangsung,” jelas Wakil Direktur Eksekutor AACE, Anna Parry.

Prerana Issar, kepala petugas untuk NHS, menjelaskan service kesehatan “tidak mentolerir kekerasan pada rekanan kami”.

“Siapa saja yang terjebak dalam kekerasan atau pelecehan – pada pasien atau staf – akan disampaikan serta diatasi oleh faksi berkuasa untuk hadapi tuntutan,” sambungnya.

Seorang jubir pemerintah mengatakan: “Gempuran pada pekerja genting benar-benar tidak bisa diterima.

“Pemerintah kerja sama juga dengan NHS serta Crown Prosecution Service untuk menangani siapa juga yang berbuat tidak etis petugas kesehatan serta menahan mereka lakukan pekerjaan pengamanan nyawa.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *