Beberapa Ribu Masyarakat Prancis Demonstrasi Tolak RUU Larangan Merekam Polisi Yang Sedang Bekerja

Beberapa ribu masyarakat prancis demonstrasi tolak RUU larangan merekam polisi yang sedang bekerja. Beberapa ribu orang berunjuk rasa di Paris pada Sabtu, menampik RUU yang akan mengkriminalisasi penebaran photo muka anggota polisi dengan arah supaya mereka terganggu.

Beberapa simpatisan RUU ini menjelaskan petugas polisi dan keluarga mereka perlu pelindungan dari perisakan atau pelecehan baik online dan langsung saat tidak bekerja.

Saat itu, penentang RUU ini menjelaskan RUU ini akan merintangi kebebasan wartawan dalam liputan, dan akan menyulitkan minta pertanggungjawaban polisi bila berlangsung pelanggaran seperti pemakaian kekerasan yang terlalu berlebih – satu kecemasan khalayak yang berkembang akhir-akhir ini. Untuk yang menyalahi, terancam hukuman optimal setahun penjara dan denda 45.000 euro atau sejumlah Rp 750 juta.

Di Alun-Alun Trocadero Square di Paris barat, beberapa aktivis HAM, serikat pekerja dan wartawan mengatakan “Tiap orang pengin merekam polisi!” dan “Kebebasan!”, sesaat polisi dengan diperlengkapi dengan perlengkapan anti huru hara berdiri di seputar alun-alun.

Diambil dari Alarabiya, banyak demonstran yang menggunakan rompi warna jelas, sama seperti yang digunakan anggota pergerakan “Rompi Kuning” yang mengawali gelombang demonstrasi anti-pemerintah 2 tahun kemarin. Sebagian orang bawa plakat yang tertulis “Kami akan menempatkan hp kami bila kalian menempatkan senjata kalian”.

Demonstrasi yang serupa direncakan di beberapa kota yang lain seperti Marseille, Lille, Montpellier, Rennes, Saint-Etienne, dan Nice. Di Paris, polisi bentrokan dengan demonstran diakhir tindakan. Sampai jam 19.45, 23 orang diamankan dan seorang polisi alami cedera enteng, seperti dikatakan kepolisian Paris di Twitter.
Kepala Editor Interograsi situs informasi Mediapart, Edwy Plenel, menjelaskan RUU itu satu lampu hijau atas jeleknya elemen kepolisian. “Mereka yang berkuasa lagi coba menahan warga, wartawan, dan whistleblower mengutarakan kegagagalan negara. Saat ini berlangsung, demokrasi mati,” terangnya.

Selasa lalu, dua wartawan diamankan dalam satu demonstrasi yang berbuntut bentrokan dengan polisi waktu anggota parlemen di Majelis Nasional mulai mengulas RUU itu, yang disokong partainya Presiden Emmanuel Macron dan koalisinya di parlemen.

RUU itu diloloskan ke pengkajian pertama pada Jumat dan bakal ada pengkajian ke-2 pada Selasa. Selanjutnya RUU akan dibawa ke Senat untuk pengkajian selanjutnya saat sebelum ditetapkan jadi UU.

K-Pop Beri dukungan, Tindakan Nyata Beberapa Penggemar untuk Demonstrasi Thailand

K-Pop Beri dukungan, Tindakan Nyata Beberapa Penggemar untuk Demonstrasi Thailand, Tindakan protes pro-demokrasi yang berlangsung di Thailand sudah mendapatkan suport dari fans K-pop dalam negeri bahkan juga penjuru dunia, mereka dengan akur kumpulkan dana untuk menolong pergerakan itu.

Komune fans Thailand dari beberapa group K-pop bergabung kumpulkan bantuan untuk memberikan dukungan beberapa demonstran yang tuntut perombakan terhitung pemunduran diri perdana mentri Prayuth Chan-ocha, bekas panglima militer yang berkuasa sesudah kup 2014.

Diambil dari South China Morning Post, Jumat (23/10) media massa Thailand Khaosod memberikan laporan ke 19 Oktober jika beberapa group fans K-pop dengan kelompok kumpulkan lebih dari 3 juta baht (USD 96.000) atau Rp. 1,3 miliar untuk menolong mereka yang mengatur protes. Artis-aktivis Intira “Sai” Charoenpura mengupload di Twitter jika dana yang dihimpun dari fans group terhitung BTS, Exo, Got7, serta Girls Generation sudah menolong beli perlengkapan seperti helm serta jas hujan.

Sesaat fans K-pop mempunyai riwayat panjang dalam memberi untuk maksud amal serta usaha keadilan sosial, K-Pop Beri dukungan tahun ini terjadi kenaikan dalam aktivisme politik sama fans K-pop, yang sudah memakai komune mereka untuk memberikan dukungan arah sebagai harapan mereka.

Lagu soundtrack untuk demonstrasi

Walau bintang K-pop umumnya menghindar pergerakan politik, protes pro-demokrasi Thailand sudah memperlihatkan jika bintang K-pop Thailand seperti BamBam Got7, Minnie (G) I-dle, serta Nichkhun 2PM, bicara di sosial media serta mengutarakan keinginan jika beberapa fans serta demonstran selalu aman sebab protes sekarang jadi makin panas.

“Kekerasan tidak bisa mengakhiri permasalahan apa saja, jangan pakai kekerasan pada khalayak, terbuka untuk dengar serta menghargai hak serta kebebasan pribadi ialah titik awalnya untuk satu jalan keluar, tolong semua menjaga diri kamu,” jelas BamBam dalam ciutannya ke 17 Oktober.

Beberapa demonstran sudah mengganti lagu Girls Generation Into The New World jadi soundtrack untuk pergerakan itu. Single kiprah tahun 2007 sama group punya pengaruh itu mempunyai riwayat, sebab dinyanyikan dalam protes-protes pro-demokrasi Korea Selatan selaku gestur keinginan untuk hari esok yang lebih ceria.

Panas musim ini, komune fans K-pop jadi informasi penting untuk memberikan dukungan pergerakan Black Lives Matter di Amerika Serikat serta untuk memakai basis sosial media untuk menahan suara dominasi kulit putih, dan untuk kurangi jumlah pemilih di pertemuan umum Presiden AS Donald Trump di Tulsa, negara sisi Oklahoma AS di bulan Juni dengan pesan bangku, selanjutnya tidak tampil.