Obat Malaria Hydroxychloroquine Tidak Efeksien Pulihkan Covid-19

Obat Malaria Hydroxychloroquine Tidak Efeksien Pulihkan Covid-19, Awalnya di klim Presiden AS Donal Trum dapat menahan Covid-19 tidak memperlihatkan manfaat apa saja dalam kurangi infeksi virus corona. Ini berdasarkan uji medis yang dilaksanakan pada beberapa tenanga kesehatan.

Studi itu beberapa mengverifikasi dari hasil uji medis di bulan Juni yang memperlihatkan Hydroxychloroquine tidak efeksien dalam menahan infeksi antara orang yang terkena virus corona.

Trum mulai memberikan dukungan Hydroxychloroquine pada awalnya pandemi serta menjelaskan ke waratawan pada Mei lantas jika ia mulai memakai obat itu sesudah dua staf Gedung Putih di pastikan positif Covid-19. Riset sudah mendapatkan jika obat itu hanya memberikan sedikit manfaat untuk menyembukan.

Dalam studi yang di kerluakan seperti di ambil Reuters, dari 125 peserta yang jalani uji medis, empat yang sudah memakai Hydroxychloroquine  untuk mengaswasi selama delapan minggu masih terjangkit Covid-19, serta empat yang memakai plasebo dipastikan positif terserang virus.

Ke-8nya tidak memperlihatkan tanda-tanda atau mempunyai tanda-tanda yang ringan yang tidak membutuhkan rawat inap, menurut hasil yang diedarkan dalam jurnal JAMA Initernal Medicine.

“Riset memperlihatkan jika pemakain obat dengan cara teratur tidak bisa di referensikan antara petugas kesehatan untuk menahan Covid-19,” Kata beberapa periset dari University of Pennylvania.

Penuli riset menjelaskan jika eksperimen yang di laksankan di komunitas dengan kebiasaan penyakit yang semakin tinggi memungkinkan deteksi manfaat yang semakin besar dari obat itu.

Dalam eksperimen paling baru, yang di hentikan sebelum mencapai sasaran pendaftaran 200 peserta, efek mudah seperti diare umum berlangsung pada peserta yang menggunakan obat malaria di banding dengan obat plasebo.