Peristiwa Manis Polisi & Pengunjuk rasa Serasi waktu Demonstrasi Tolak UU Cipta Kerja

Peristiwa Manis Polisi & Pengunjuk rasa Serasi waktu Demonstrasi Tolak UU Cipta Kerja, Demo menampik UU Cipta Kerja diadakan pekerja serta mahasiswa di beberapa kota di tanah air tempo hari. Seringkali demo berbuntut bentrokan dengan petugas kepolisian yang berjaga.

Meskipun begitu, tidak selalu pengunjuk rasa serta petugas kepolisian gontok-gontokan. Banyak pula peristiwa serasi di antara pengunjuk rasa dengan polisi dalam demo Tolak UU Cipta Kerja tempo hari. Idn poker

Salat Berjamaah

Peristiwa serasi pertama yang tertangkap camera adalah pengunjuk rasa serta polisi bersama menjalankan beribadah salat berjamaah. Kejadian ini berlangsung di sejumlah kota. Termasuk juga yang dilaksanakan oleh Kapolresta Banjarmasin.

Kombes Pol Rachmat Hendrawan menjalankan salat bersama-sama mahasiswa, ditengah-tengah tindakan demonstrasi menampik Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja di muka DPRD Kalimantan Selatan.

Salat Dzuhur saat itu jadi peristiwa solidaritas yang hangat di antara aparat serta mahasiswa ditengah-tengah pengutaraan inspirasi.

“Alhamdulilah tindakan adik-adik ini hari berjalan damai. Semua teratur teratasi,” kata Rachmat, seperti dikutip dari Di antara.

Ketawa serta Bercengkerama Bersama-sama

Dikutip dari account Instagram @palembang_bedesau, ada peristiwa unik waktu tindakan demonstrasi menampik UU Cipta Kerja. Ada seorang waria yang sukses membuat situasi bertambah lebih aman.

“Oke mahasiswa kita solid semua, masih damai serta aman, sepakat,” kata waria itu dengan suara keras. “Sepakat,” teriak beberapa pengunjuk rasa.

Sontan saja lontaran si waria membuat beberapa pengunjuk rasa serta aparat kepolisian tidak mampu meredam tawa. Disamping itu, tawa yang makin iruh karena pantun yang diberi oleh waria pada si Kapolresta dari Palembang itu.

“Oke ada pantun buat Bapak Kapolresta. Beribu-ribu ce nampan di dalam rumah, cuman satu nampan tua, beribu-ribu ce bapak Kapolresta di Indonesia, cuman Pak Anom yang mulia hatinya,” katanya semangat.

“Hiyaaaaa,” teriak beberapa pengunjuk rasa diterima dengan tepok tangan semarak.

Bagi Rokok

Peristiwa serasi di antara aparat serta pengunjuk rasa seterusnya adalah waktu bagikan rokok. Beberapa petugas polisi waktu itu tengah berjaga membuat batasan penyelamatan, mendadak diharap rokok oleh beberapa pengunjuk rasa.

Polisi Diselamatkan Mahasiswa

Di Medan, demo pernah berlangsung kacau. Seorang personil kepolisian dikeroyok oleh pendemonstrasi.

Tetapi, personil polisi itu selanjutnya diselamatkan mahasiswa yang sedang berunjuk rasa. Walau tidak dikatakan dengan cara detil, siapa jati diri personil kepolisian yang dikeroyok.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja cuman menjelaskan, personil kepolisian itu dikeroyok demonstran yang tidak kenakan atribut. Pengeroyokan berlangsung di Lapangan Merdeka, Medan.

“Waktu lewat dimassa oleh sekumpulan massa yang tidak memakai atribut. Mahasiswa yang lihat langsung amankan anggota kita itu,” tutur Tatan.

Aparat Polisi Terlepas Seragam, Langsung Berangkulan

Di Kota Pekalongan, salah seorang personil polisi sampaikan ke beberapa pengunjuk rasa untuk berlaku damai serta lakukan tindakan tanpa ada kacau. Di celah pengutaraan itu, mendadak di lain sisi seorang polisi melepas seragamnya.

Sontan hal tersebut membuat beberapa pengunjuk rasa respek serta merengkuhnya. Hisap pikuk tepok tangan langsung menggebu-gebu, dan sama-sama bersalaman.

Benarkah Fakta Beberapa Rumah Sakit Sembunyikan Rawat Pasien COVID-19

Uniquehomestore.com – Tending terkini Beberapa waktu lalu beredar suatu video seseorang wanita yang mengaku di tolak oleh rumah sakit Berita terkini, dikarenakan ingin memeriksakan diri tersangkut Trending Topik COVID-19. Sedangkan, cewek itu masuk dalam jenis Penderita Dalam Supervisi (PDP). Lazimnya, PDP yaitu orang dengan kompas serupa influenza dan pun memiliki riwayat ke nagara atau orang dengan COVID-19 positif.

Kabar Berita Dunia Terkini Dan Terbaru Hari Ini Di Indonesia

Dalam suatu video YouTube Deddy Corbuzier, Juru Tuturan Penguasaan untuk COVID-19 Achmad Yurianto sempat meriap prosedur penggarapan yang mestinya dilakukan oleh rumah sakit. Yuri Mengungkapkan, rumah sakit harusnya tidak boleh menendang penanggung tersebut.

“Tapi sebetulnya takdirnya kita lihat takdirnya memang dapat diyakinkan, Rumah Sakit itu yang memerkarakan spesimen untuk diperiksa, seumpama positif dengan klinis seperti itu kan tidak butuh formalitas khusus melainkan butuh dipisah dari pengidap lain,” ujar Yuri dalam video YouTube tersebut.

Ia mengucapkan bahwa banyak rumah sakit yang mengupayakan memperkuat citra Beliau. Jelasnya, banyak rumah sakit yang tidak ingin kelihatan mengurus pesakit COVID-19.

Menurut Yuri, rumah sakit tidak ingin didapati menata pesakit COVID-19 karena takut penderita lain tidak mau datang.

Oleh karena itu, lanjut Yuri, ia sejak awal senantiasa tidak mau menyebarluaskan nama rumah sakit asal Pesakit. Ia kecuali bakal memberi tahu nama-nama rumah sakit rujukan nasional seperti Rumah Sakit Udel Ketimbis Sulinati Saroso.

Baca Juga: Diduga Infeksi Corona, Dua Pasien Diisolasi di Rs Adam Malik Medan