Thailand Blokir Aplikasi Telegram yang Digunakan Pengunjuk rasa Antipemerintah

Thailand Blokir Aplikasi Telegram yang Digunakan Pengunjuk rasa Antipemerintah

Thailand Blokir Aplikasi Telegram yang Digunakan Pengunjuk rasa Antipemerintah, Kewenangan Thailand disampaikan memerintah penyuplai internet memblok aplikasi pesan Telegram yang dipakai beberapa demonstran antipemerintah.

Satu bocoran dokumen mengutarakan gagasan itu yang diberikan di sosial media. Thailand Blokir Aplikasi Telegram, Polisi memberikan ancaman tutup 4 tempat sebab menyalahi dekrit situasi genting yang dipublikasikan minggu kemarin untuk hentikan demo.

Gagasan pemerintahan memblok Telegram disampaikan tempat lokal di Senin sesudah satu dokumen bertanda “benar-benar rahasia” diretas serta diberikan dengan luas di sosial media. Telegram ialah aplikasi pesan yang aman yang sudah dipakai beberapa aktivis untuk mengatur demonstrasi.

Dokumen itu, yang dibikin Kementerian Perekonomian Digital Thailand, yang berkuasa menyensor internet di Thailand, dikirim ke Komisi Penayangan serta Tv Nasional.

“Kementerian Perekonomian Digital serta Warga pengin kerja sama Anda untuk memberitahukan Penyuplai Layanan Internet serta seluruhnya operator jaringan mobile untuk hentikan pemakaian aplikasi Telegram,” kata dokumen itu.

Terpisah, polisi menjelaskan ke reporter mereka sudah memberikan instruksi kementerian itu untuk batasi barisan Free Youth di Telegram. Barisan ini berperanan penting dalam mengatur demonstrasi dalam beberapa bulan akhir.

Belum jelas berapa efisien perintah itu akan batasi pergerakan demokrasi.

Dalam satu perintah terpisah, kepolisian Thailand menjelaskan mereka menyelidik 4 tempat berkaitan laporan langsung demonstrasi mereka. Prachatai, Voice TV, The Wartawans, serta The Standar memberikan laporan demonstrasi dengan semakin makin tambah meluas langsung dari TKP.

Beberapa aktivis pro demokrasi sudah berdemonstrasi sepanjang beberapa bulan mengatakan pemunduran diri Pertama Menteri Prayuth Chan-ocha serta reformasi monarki.

Pemerintahan tidak berhasil hentikan demonstrasi semenjak mengeluarkan dekrit situasi genting yang salah satunya didalamnya larang orang bergabung. Beberapa demonstran tetap bergabung tiap hari di Bangkok serta daerah yang lain di negara itu.

Minimal 80 orang sudah diamankan semenjak Selasa. Mereka yang diamankan terancam hukuman penjara sekian tahun bila ditetapkan menyalahi UU ketat lese majeste yang larang kritikan pada kerajaan. Siapa saja yang dipastikan menyalahi UU itu terancam hukuman sampai 15 tahun penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *