Turki Membantah Melarang WNI Masuk Negaranya

Turki Membantah Melarang WNI Masuk Negaranya

Turki Membantah Melarang WNI Masuk Negaranya Pemerintah Turki menyangkal beberapa kabar berita serta berita yang mengatakan jika faksinya larang masyarakat negara Indonesia (WNI) masuk negara di Asia Barat itu.

“Kami kaget jika Turki disebutkan dalam perincian beberapa negara yang larang masyarakat Indonesia masuk ke daerahnya. Turki Membantah Melarang WNI Masuk Negaranya, Kabar itu tidak tepat serta sekarang ini tidak ada kebijaksanaan yang larang masyarakat Indonesia masuk Turki,” kata Kedutaan Besar Republik Turki untuk Indonesia lewat pengakuan tercatat yang diterima di Jakarta, Kamis (10/9) seperti dikutip Di antara.

Pemerintah Turki memperjelas “teman dekat kami, masyarakat Indonesia” bebas berkunjung ke Turki dengan memperlihatkan dokumen perjalanan yang diharuskan oleh kewenangan ditempat.

“Siapa juga yang ingin berkunjung ke Turki bisa ajukan permintaan visa lewat situs sah pemerintah di: www.evisa.gov.tr,” ucap faksi kedutaan.

Beberapa media nasional serta wilayah pernah menyiarkan kabar yang mengatakan lebih dari 50 negara larang WNI masuk ke daerahnya sebab tingginya masalah positif COVID-19 di Indonesia. Kabar itu, yang pernah trending di sosial media, memberikan nama Turki dalam perincian.

Walau begitu, Pemerintah Malaysia awal minggu ini pastikan faksinya larang pemegang visa periode panjang asal Indonesia, India, serta Filipina masuk di daerah Negeri Jiran mulai 7 September.

Berkaitan larangan masuk dari beberapa negara, Pemerintah Indonesia semenjak 2 April 2020 sampai batasan waktu yang belum dipastikan sudah batasi masyarakat asing untuk masuk di daerah Indonesia.

Situs sah Direktorat Jenderal Imigrasi mengatakan masyarakat asing dilarang masuk atau transit di daerah Indonesia seperti ditata dalam Ketentuan Menteri Hukum serta Hal Asasi Manusia RI Nomor 11 Tahun 2020 mengenai Larangan Sesaat Orang Asing Masuk Daerah Republik Indonesia.

Tetapi, ada kelompok-kelompok masyarakat asing yang masuk pengecualian, salah satunya anak berkebangsaan ganda yang tertera untuk WNI; pemegang izin tinggal terbatas (KITAS) serta izin tinggal masih (KITAP) yang masih tetap berlaku; pemegang visa diplomatik atau visa dinas; tenaga pertolongan klinis, pertolongan kemanusiaan, serta pekerja alat angkut, dan masyarakat asing yang kerja untuk project taktiks nasional.

Walau masuk pengecualian, masyarakat asing yang masuk di Indonesia harus ikuti beberapa ketetapan, salah satunya memperlihatkan surat info sehat dalam Bahasa Inggris dari kewenangan semasing negara serta surat pengakuan siap karantina semasa 14 hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *