K-Pop Beri dukungan, Tindakan Nyata Beberapa Penggemar untuk Demonstrasi Thailand

K-Pop Beri dukungan, Tindakan Nyata Beberapa Penggemar untuk Demonstrasi Thailand, Tindakan protes pro-demokrasi yang berlangsung di Thailand sudah mendapatkan suport dari fans K-pop dalam negeri bahkan juga penjuru dunia, mereka dengan akur kumpulkan dana untuk menolong pergerakan itu.

Komune fans Thailand dari beberapa group K-pop bergabung kumpulkan bantuan untuk memberikan dukungan beberapa demonstran yang tuntut perombakan terhitung pemunduran diri perdana mentri Prayuth Chan-ocha, bekas panglima militer yang berkuasa sesudah kup 2014.

Diambil dari South China Morning Post, Jumat (23/10) media massa Thailand Khaosod memberikan laporan ke 19 Oktober jika beberapa group fans K-pop dengan kelompok kumpulkan lebih dari 3 juta baht (USD 96.000) atau Rp. 1,3 miliar untuk menolong mereka yang mengatur protes. Artis-aktivis Intira “Sai” Charoenpura mengupload di Twitter jika dana yang dihimpun dari fans group terhitung BTS, Exo, Got7, serta Girls Generation sudah menolong beli perlengkapan seperti helm serta jas hujan.

Sesaat fans K-pop mempunyai riwayat panjang dalam memberi untuk maksud amal serta usaha keadilan sosial, K-Pop Beri dukungan tahun ini terjadi kenaikan dalam aktivisme politik sama fans K-pop, yang sudah memakai komune mereka untuk memberikan dukungan arah sebagai harapan mereka.

Lagu soundtrack untuk demonstrasi

Walau bintang K-pop umumnya menghindar pergerakan politik, protes pro-demokrasi Thailand sudah memperlihatkan jika bintang K-pop Thailand seperti BamBam Got7, Minnie (G) I-dle, serta Nichkhun 2PM, bicara di sosial media serta mengutarakan keinginan jika beberapa fans serta demonstran selalu aman sebab protes sekarang jadi makin panas.

“Kekerasan tidak bisa mengakhiri permasalahan apa saja, jangan pakai kekerasan pada khalayak, terbuka untuk dengar serta menghargai hak serta kebebasan pribadi ialah titik awalnya untuk satu jalan keluar, tolong semua menjaga diri kamu,” jelas BamBam dalam ciutannya ke 17 Oktober.

Beberapa demonstran sudah mengganti lagu Girls Generation Into The New World jadi soundtrack untuk pergerakan itu. Single kiprah tahun 2007 sama group punya pengaruh itu mempunyai riwayat, sebab dinyanyikan dalam protes-protes pro-demokrasi Korea Selatan selaku gestur keinginan untuk hari esok yang lebih ceria.

Panas musim ini, komune fans K-pop jadi informasi penting untuk memberikan dukungan pergerakan Black Lives Matter di Amerika Serikat serta untuk memakai basis sosial media untuk menahan suara dominasi kulit putih, dan untuk kurangi jumlah pemilih di pertemuan umum Presiden AS Donald Trump di Tulsa, negara sisi Oklahoma AS di bulan Juni dengan pesan bangku, selanjutnya tidak tampil.

Thailand Blokir Aplikasi Telegram yang Digunakan Pengunjuk rasa Antipemerintah

Thailand Blokir Aplikasi Telegram yang Digunakan Pengunjuk rasa Antipemerintah, Kewenangan Thailand disampaikan memerintah penyuplai internet memblok aplikasi pesan Telegram yang dipakai beberapa demonstran antipemerintah.

Satu bocoran dokumen mengutarakan gagasan itu yang diberikan di sosial media. Thailand Blokir Aplikasi Telegram, Polisi memberikan ancaman tutup 4 tempat sebab menyalahi dekrit situasi genting yang dipublikasikan minggu kemarin untuk hentikan demo.

Gagasan pemerintahan memblok Telegram disampaikan tempat lokal di Senin sesudah satu dokumen bertanda “benar-benar rahasia” diretas serta diberikan dengan luas di sosial media. Telegram ialah aplikasi pesan yang aman yang sudah dipakai beberapa aktivis untuk mengatur demonstrasi.

Dokumen itu, yang dibikin Kementerian Perekonomian Digital Thailand, yang berkuasa menyensor internet di Thailand, dikirim ke Komisi Penayangan serta Tv Nasional.

“Kementerian Perekonomian Digital serta Warga pengin kerja sama Anda untuk memberitahukan Penyuplai Layanan Internet serta seluruhnya operator jaringan mobile untuk hentikan pemakaian aplikasi Telegram,” kata dokumen itu.

Terpisah, polisi menjelaskan ke reporter mereka sudah memberikan instruksi kementerian itu untuk batasi barisan Free Youth di Telegram. Barisan ini berperanan penting dalam mengatur demonstrasi dalam beberapa bulan akhir.

Belum jelas berapa efisien perintah itu akan batasi pergerakan demokrasi.

Dalam satu perintah terpisah, kepolisian Thailand menjelaskan mereka menyelidik 4 tempat berkaitan laporan langsung demonstrasi mereka. Prachatai, Voice TV, The Wartawans, serta The Standar memberikan laporan demonstrasi dengan semakin makin tambah meluas langsung dari TKP.

Beberapa aktivis pro demokrasi sudah berdemonstrasi sepanjang beberapa bulan mengatakan pemunduran diri Pertama Menteri Prayuth Chan-ocha serta reformasi monarki.

Pemerintahan tidak berhasil hentikan demonstrasi semenjak mengeluarkan dekrit situasi genting yang salah satunya didalamnya larang orang bergabung. Beberapa demonstran tetap bergabung tiap hari di Bangkok serta daerah yang lain di negara itu.

Minimal 80 orang sudah diamankan semenjak Selasa. Mereka yang diamankan terancam hukuman penjara sekian tahun bila ditetapkan menyalahi UU ketat lese majeste yang larang kritikan pada kerajaan. Siapa saja yang dipastikan menyalahi UU itu terancam hukuman sampai 15 tahun penjara.

Hari Ke-4 Beberapa puluh Ribu Massa di Bangkok Berunjuk Rasa

Hari Ke-4 Beberapa puluh Ribu Massa di Bangkok Berunjuk Rasa,
Beberapa puluh ribu demonstran melawan larangan bergabung lebih dari 4 orang serta bergabung di Bangkok di Minggu, hari ke-4 demonstrasi anti pemerintahan. Beberapa demonstran bawa poster aktivis yang diamankan.

Pergerakan yang dipegang anak muda alami pukulan minggu ini. Beberapa orang diamankan sesudah beberapa demonstran mengepung iringan mobil kerajaan serta memberi “hormat demokrasi” ke Ratu Suthida.

Pemerintahan bereaksi dengan perlakuan genting – termasuk juga larang tatap muka lebih dari 4 orang di Bangkok – serta penangkapan beberapa pimpinan demonstrasi yang mengatakan pencabutan Pertama Menteri Prayut Chan-ocha, bekas panglima militer yang dibawa ke tampuk kekuasaan dalam kup 2014.

Polisi memakai meriam air untuk membuyarkan beberapa demonstran di area perbelanjaan pusat Bangkok di Jumat. puluh Ribu Massa di Bangkok

Jubir Kepolisian Nasional Yingyos Thepjumnong mengingatkan demonstran Minggu pagi, tidak ada tindakan demonstrasi yang “mengakibatkan kekacauan serta kerusuhan” akan dibolehkan.

“Bila mereka melawan, polisi akan lakukan apa saja yang dibutuhkan untuk penegakan hukum,” katanya.

Tapi polisi tidak nampak di Minggu saat tempat lokal menjelaskan lebih dari 20.000 massa turun ke jalan dari sore hari sekalian meneriakkan “Lepaskan rekan-rekan kami” sekalian bawa poster mereka yang diamankan.

Menyalahi Tabu

Antara mereka yang diamankan termasuk juga advokat HAM Anon Numpa, Parit “Penguin” Chiwarak, serta Panusaya “Rung” Sithijirawattanakul – 3 figur sangat diketahui dalam pergerakan itu serta yang dengan stabil mengatakan reformasi monarki.

Antara tuntutan mereka ialah penghilangan undang-undang pencemaran nama baik kerajaan yang kejam – yang membuat perlindungan Raja Maha Vajiralongkorn dari kritikan – serta ajakan supaya raja tidak ikut serta dalam politik negara yang naik-turun.

Tuntutan reformasi kerajaan yang sempat jadi tabu di Thailand satu diantara rintangan paling besar yang ditemui pemerintahan konvensional yang memihak di militer kerajaan.

“Ada barisan orang yang mengakui monarki untuk keuntungan mereka sendiri serta untuk singkirkan musuh politik mereka,” kata alumnus berumur 24 tahun yang minta tidak untuk disebut namanya.

“Kami tidak memperoleh demokrasi sejati bila tidak ada reformasi monarki,” tuturnya ke AFP.

Monumen Kemenangan, salah satunya jalan raya tersibuk di Bangkok, dikunci demonstran, tapi mereka memberikan jalan untuk kendaraan genting serta yang kirim suplai ke beberapa orang yang padati sejauh jalan ke arah bundaran.

Semenjak pergerakan diawali di Juli, demonstran yang memahami sosial media memakainya untuk menebarkan pesan mereka, mengirim peringatan lewat kelompok-kelompok yang baru dibuat di Telegram – aplikasi pesan yang aman – serta adopsi panduan dari demonstran pro-demokrasi Hong Kong.

Tempat protes lain di Asok, area perbelanjaan serta restaurant terkenal, menarik sekumpulan kecil demonstran.

Tatap muka diperkirakan di semua negeri – dari Phuket di selatan sampai Khon Khaen di timur laut, di mana mahasiswa menggenggam potret Prayut dengan tulisan “Keluar” tercatat di atasnya.

Barisan Advokat HAM Thailand memberikan laporan minimal 80 orang diamankan semenjak Selasa

Selama ini, tuduhan pada demonstran sekitar dari menyalahi perlakuan genting sampai hasutan.

Tetapi, di Jumat, 2 aktivis dituduh di bawah undang-undang yang jarang-jarang dipakai yang larang “kekerasan pada ratu” – dengan hukuman optimal sepanjang umur di penjara bila dapat dibuktikan bersalah.

Faksi berkuasa menjaga pemakaian kemampuan mereka di Jumat, dengan menjelaskan itu sesuai “standard internasional”.